MELAMAR GADIS

Seorang gadis mendapat lamaran dari empat orang pria, masing-masing pria telah mendapat pekerjaan tetap.

Pria pertama bekerja di PT. TELKOM, pria kedua pegawai PT. Pos Indonesia, pria ketiga seorang Dokter sedangkan yang terakhir hanyalah seorang Guru Sekolah Dasar.

Orang Tua si gadis dari awal sudah merasa yakin, bahwa anaknya hanya akan memilih tiga pria pertama, sedangkan pria keempat, yang hanya guru SD, pasti tidak akan dipilih. Alasannya, tiga pria pertama jelas masa depan cerah, sedang guru SD, siapapun tahu, gajinya kecil, banyak dipotong sana-sini, dikerjain anak-anak lagi. Ternyata saat diminta keputusan justru si Gadis memilih guru SD itu. Orang Tua si Gadis penasaran, bertanyalah sang Bapak soal alasan gadis tersebut. Si Gadis menjawab, Orang Telkom bisanya cuma tiga menit, lewat itu harus masukin lagi. Sementara pegawai Pos Indonesia belum apa-apa sudah nanya dulu, Yang biasa apa yang kilat?. Terus kalau dokter itu, baru masuk kamar sudah nyuruh buka baju, pegang sana pegang sini, selesai. Selanjutnya ngobrol doang. Jadi Saya tidak pilih mereka. Lalu kenapa kamu memilih Guru SD? tanya sang Ayah meminta kejelasan. Kalau guru SD kan enak, dari awal dibahas, dikupas, sedikit demi sedikit, penuh kesabaran, kelembutan dan kehangatan, serta pengertian. Selesai dikupas, nanya, sudah ngerti belum, kalau saya jawab belum, pasti diulangi lagi dari awal, kan enak, jadinya lama.

Apa yang Ibu lakukan jika “Suami Selingkuh”

SUAMI SELINGKUH

Istri mana yang tak malu dan sedih mengetahui pasangan hidup tertangkap basah bersama wanita lain. Mungkinkah perkawinan dipertahankan?

Belum lama ini tayangan infotainment ramai-ramai memberitakan kasus tertangkapnya Al-Amin Nur Nasution, suami pedangdut Kristina, yang tertangkap basah oleh penyidik KPK sedang menerima suap. Konon yang membuat Kristina syok justru bukan masalah suap, tapi soal adanya wanita lain yang juga berada di lokasi penangkapan, di sebuah hotel bintang lima di Jakarta.

Kasus yang tak kalah menghebohkan adalah tersebarnya video porno mantan anggota DPR RI, Yahya Zaini, bersama wanita yang bukan istrinya, pedangdut Maria Eva, beberapa waktu lalu. Nasib serupa juga menimpa penyanyi Rosa yang suaminya, Yoyok, drummer band Padi, dikabarkan tertangkap basah bersama seorang wanita di sebuah kafe di Surabaya.

Melupakan Bukan Hal Mudah
    Malu, kecewa, sedih, dan tak percaya. Begitulah perasaan yang dialami saat mengetahui suami tertangkap basah sedang bermesraan dengan wanita lain. “Melihat situasi yang terjadi, tak mudah bagi seorang istri untuk memaafkan,” kata psikolog Widiawati Bayu, dari lembaga konsultasi Kassandra Associates.

Sedangkan untuk memaafkan, menurut Widiawati hal tersebut sangat tergantung pada individu masing-masing. “Tergantung dari bagaimana istri melihat kejadian tersebut,” paparnya.

Cerai atau Bertahan?
    Mengetahui suami selingkuh dengan wanita lain, tentulah istri merasa dilecehkan dan dikhianati. Apakah ini akhir dari perkawinan?

Bila Anda memutuskan untuk berpisah, pikirkan dengan baik dan bijaksana. Jangan sampai Anda hanya mengikuti emosi dalam mengambil keputusan. Perhatikan pula kondisi anak-anak.

“Jika istri masih ada keinginan untuk melanjutkan rumah tangga dengan alasan tertentu, maka tak ada jalan lain selain mencoba untuk memaafkan dengan tulus dan menerima suami kembali, meski kejadian tersebut telah meninggalkan luka hati,” ujar Widiawati.

Setelah Badai Reda
    Banyak PR yang harus dilakukan oleh pasangan suami-istri yang ingin kembali menjalin keutuhan rumah tangga pasca badai reda.

Bagi Suami:
    “Meski kadang sulit diucapkan, ungkapan maaf bisa mencairkan kekesalan istri,” saran Widiawati. Hal lain yang harus dilakukan suami adalah memulihkan situasi dengan cara memberi perhatian penuh pada istri dan keluarga sebagai wujud penyesalannya.

Bagi Istri:
    Setelah kita memilih untuk memaafkan suami, hindari mengungkit-ungkit masalah, karena akan masalah tersebut tak pernah selesai, bahkan memburuk. “Hal yang sulit bagi istri adalah kembali percaya. Hindari perasaan negatif dengan berusaha membuat mind set positif,” ujar Widiawati. Bila dirasa perlu, bisa juga mencari teman sharing, bisa sahabat atau psikolog perkawinan, untuk membantu meringankan perasaan.

 

 

14 September 2008

Dari tadi pagi sibuk banget di RS pindahan poli umum dan gigi…walaupun kepala sakit banget tapi namanya juga tugas..tetep…dijalani….

Barusan… lama banget ngomong ama miko… CURHAT….gak tau kenapa,kalau ama miko enak ceritanya….miko..miko…kapan selesai sekolahnya……tapi walaupun kecil mungil, tapi sosok miko sangat membantu dikala badai topan itu datang………topan ini melebihi  Rita di Amerika….Jadi ingat waktu masih di P…jujur kalau gak ada miko mungkin entahlah…..tapi salut dengan caranya membuat suasana jadi lebih kondusif

 

Untung aja ada miko…dengan penuh perhatian mendengar segala keluh kesah….miko tu masih 21 tahun tapi cara dia berpikir melebihi umurnya….gak tau kok bisa seperti itu…..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Entri Lebih Baru »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.